Perspektif Agama Buddha Dan Budaya Tionghoa Dalam Tradisi Perayaan Imlek Di Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.60046/jgsb.v4i1.297Kata Kunci:
Imlek, Chinese culture, Buddhism, Siṅgāla Sutta, Maṅgala Sutta, culturally embedded religionAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif agama Buddha dan budaya Tionghoa dalam tradisi perayaan Imlek di Pontianak. Perayaan Imlek merupakan salah satu tradisi penting bagi masyarakat Tionghoa yang melibatkan berbagai aspek religius dan budaya. Di Pontianak, perayaan Imlek tidak hanya dipandang sebagai momentum pergantian tahun baru, tetapi juga sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur dan pemersatu komunitas Tionghoa.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri dari tokoh agama Buddha, pemimpin komunitas Tionghoa, serta masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam perayaan Imlek. Analisis data dilakukan dengan cara triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perayaan Imlek di Pontianak dipengaruhi oleh ajaran agama Buddha yang menekankan nilai-nilai spiritual seperti rasa syukur, doa untuk kesejahteraan, dan kebajikan. Selain itu, budaya Tionghoa yang kaya akan simbolisme juga tercermin dalam berbagai ritual dan aktivitas selama perayaan Imlek, seperti penyalaan lilin, pertunjukan barongsai, dan pemberian angpao. Integrasi antara ajaran agama Buddha dan tradisi budaya Tionghoa menciptakan suatu bentuk perayaan yang unik dan kaya makna.Kesimpulannya, perayaan Imlek di Pontianak merupakan manifestasi dari sinergi antara ajaran agama Buddha dan budaya Tionghoa yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat setempat. Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas kultural komunitas Tionghoa, tetapi juga mempromosikan nilai-nilai kebajikan dan keharmonisan sosial.


