Vol. 4 No. 2 (2026): JGSB April - Oktober 2026

					View Vol. 4 No. 2 (2026): JGSB April - Oktober 2026

Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (JGSB) Vol. 4 No. 2 (April–Oktober 2026) Pada edisi ini, kami menghadirkan lima artikel ilmiah yang merefleksikan dinamika pemikiran Buddhis dalam merespons berbagai persoalan kehidupan kontemporer. Artikel-artikel yang disajikan merupakan kontribusi para peneliti dari 4 negara dan 5 institusi berbeda, yakni Indonesia, Vietnam, Amerika Serikat, dan Thailand, yang mencerminkan keberagaman perspektif keilmuan, tradisi, serta pendekatan metodologis dalam kajian Buddhisme. Edisi ini mencakup kajian mengenai dinamika kemunculan dan penindasan gerakan Buddhis Sky-Blue Buddhism di Myanmar, pengembangan ekoteologi Buddhis dalam merespons krisis perubahan iklim, serta relevansi ajaran Ādhipateyya Sutta dan Saṅgaha Sutta dalam memahami perilaku karyawan dan kepemimpinan yang berkesadaran penuh. Selain itu, edisi ini turut menghadirkan kajian mengenai komunikasi berkesadaran penuh dalam pembentukan konsep diri peserta didik. Keberagaman tema tersebut memperlihatkan bahwa ajaran Buddha tidak hanya menjadi landasan refleksi spiritual, tetapi juga menawarkan perspektif etis dan konseptual yang relevan dalam menghadapi tantangan sosial, lingkungan, organisasi, dan pendidikan modern.

Semoga setiap artikel menghadirkan wawasan baru, memperdalam refleksi, serta membuka ruang dialog lintas disiplin dan budaya.

Selamat membaca.

 

Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (JGSB) Vol. 4 No. 2 (April–Oktober 2026)

In this issue, we present five scholarly articles reflecting the dynamic engagement of Buddhist thought with contemporary challenges. The articles are contributed by researchers from 4 countries and 5 different institutions, representing Indonesia, Vietnam, the United States, and Thailand, and reflecting diverse academic perspectives, traditions, and methodological approaches within Buddhist studies. This issue explores the emergence and suppression of the Sky-Blue Buddhism movement in Myanmar, the development of Buddhist ecotheology in response to the climate crisis, and the relevance of the Ādhipateyya Sutta and Saṅgaha Sutta in understanding employee behavior and mindful leadership. It also examines the role of mindful communication in shaping students' self-concept. Together, these studies demonstrate that Buddhist teachings serve not only as a foundation for spiritual reflection but also as a source of ethical and conceptual insights relevant to contemporary social, environmental, organizational, and educational challenges.

May each article offer fresh insights, deepen reflection, and foster interdisciplinary and cross-cultural dialogue.

Happy reading.

 

Published: 2026-10-30