Praktik Vegetarian sebagai Etika Lingkungan yang Dihayati dalam Keluarga Buddhayana Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.60046/jgsb.v3i2.240Kata Kunci:
Ekoteologi, vegetarianisme, Keluarga Buddhayana Indonesia, BodhisattvaAbstrak
Di tengah tuntutan bagi tradisi keagamaan untuk merespons krisis iklim, dampak sistem pangan sering terabaikan. Pola makan nabati (vegetarianisme) muncul sebagai aksi ekologis krusial, namun memerlukan landasan spiritual yang kuat di Indonesia. Artikel ini berargumen bahwa landasan tersebut ditemukan dalam eko-teologi Buddhisme Mahayana melalui peran ideal Bodhisattva. Dengan metode studi kasus kualitatif pada Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi digital, lalu dianalisis secara tematik dengan panduan spiral hermeneutika. Hasilnya menunjukkan bagaimana jalan Bodhisattva—yang berakar pada prinsip ahiṃsā (tanpa kekerasan), paṭiccasamuppāda (hukum saling ketergantungan), dan karuṇā (welas asih aktif) menyediakan dasar etis untuk vegetarianisme. Disimpulkan bahwa praktik ini dapat dibingkai sebagai ekspresi iman yang otentik dan perwujudan sumpah Bodhisattva untuk membebaskan semua makhluk dari penderitaan.


