Mengkaji Tentang Tujuh Konsep Kekayaan Mulia dalam Ajaran Agama Buddha
DOI:
https://doi.org/10.60046/jgsb.v4i1.206Kata Kunci:
Tujuh Kekayaan, Mulia, Ajaran, dan Agama BuddhaAbstrak
Agama Buddha memiliki tujuh konsep kekayaan mulia yang bisa menghantarkan umatnya menuju kebahagiaan sejati. Namun tujuh kekayaan mulia tersebut bukan hanya berupa materi atau harta benda yang melimpah. Penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan ini akan mengkaji tujuh kekayaan mulia dalam agama Buddha tersebut. Teknik analisa datanya menggunakan analisis isi dengan memilah-milah hal-hal yang sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan tujuh kekayaan mulia dalam agama Buddha berikut: (1) saddhā, yakni keyakinan kepada Sang Tiratana yaitu Buddha, Dhamma, dan Sangha; (2) sīla, yakni rambu-rambu suatu perbuatan untuk menuju pembebasan (nibbana); (3) hiri, yakni malu berbuat jahat seperti membunuh, mencuri, melakukan asusila, berbohong, memfitnah, berkata kasar, berbicara yang tidak berguna, dan lainnya; (4) ottapa, yakni merasa ngeri dan takut akan akibat-akibat melakukan perbuatan jahat; (5) bāhusacca, yakni banyak mengingat dhamma dan memahami banyak hal-hal berguna; (6) cāga, yakni rela melepaskan, meninggalkan, dan membagi barang-barang kepada orang-orang yang membutuhkan; dan (7) paññā, yakni kebijaksanaan yang dihasilkan dari pengalaman, penalaran, dan pengetahuan. Meskipun seorang manusia itu miskin harta benda atau materi, akan tetapi kalau dia memiliki ketujuh kekayaan mulia tersebut, maka dia bisa dikatakan sebagai orang yang kaya raya sejati.


