Peningkatan Kesadaran Remaja terhadap Risiko Pernikahan Dini melalui Seminar Pendidikan Nonformal
DOI:
https://doi.org/10.60046/penamas.v4i1.274Keywords:
pernikahan dini, pendidikan, pengabdian masyarakat, remaja, seminar edukatif-partisipatifAbstract
Pernikahan dini masih menjadi persoalan sosial yang kompleks di Indonesia, dengan dampak negatif terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan remaja. Upaya pencegahan yang hanya bersifat normatif dan legal terbukti belum cukup menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama remaja di wilayah pedesaan dan komunitas rentan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai pernikahan dini serta peran pendidikan sebagai strategi pencegahan. Metode yang diterapkan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui seminar interaktif, diskusi, refleksi, dan pendampingan, yang menempatkan peserta sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap dampak pernikahan dini, serta kemampuan mengaitkan materi dengan kondisi sosial-budaya di lingkungan mereka. Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran keluarga, komunitas, dan organisasi lokal dalam mendukung remaja. Temuan ini menegaskan bahwa seminar edukatif-partisipatif tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kritis dan motivasi remaja untuk memprioritaskan pendidikan. Dengan demikian, model pengabdian ini efektif sebagai strategi preventif yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan risiko tinggi pernikahan anak, sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembangunan masyarakat yang inklusif dan berdaya.


